
Al-Qur’an memperkenalkan Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) sebagai manusia—bukan makhluk mitologis—yang memiliki karakter destruktif berskala global. Mereka digambarkan sebagai kekuatan yang bergerak cepat, bermuka dua, unggul secara militer, dan menggunakan kekuasaan untuk menindas serta menundukkan umat manusia. Buku ini menyajikan pandangan Islam yang mendalam dan tidak literalistik mengenai Ya’juj dan Ma’juj, dengan menempatkannya dalam konteks dunia modern: kekuatan global yang mampu mengumpulkan manusia ke dalam satu tatanan peradaban tanpa Tuhan, mengobarkan perang berskala kosmik, mengeksploitasi sumber daya secara masif, serta secara sistemik menargetkan bangsa-bangsa tertentu—termasuk dunia Arab—untuk dominasi dan penindasan. Pertanyaan-pertanyaan penting juga dibahas secara serius: Apakah Ya’juj dan Ma’juj baru akan dilepaskan setelah kembalinya Nabi Isa (‘alayhi salam) dan setelah terbunuhnya Dajjal? Bagaimana makna konsumsi air dalam jumlah besar dalam perspektif simbolik dan geopolitik? Apakah “perang bintang” merupakan metafora bagi bentuk konflik modern? Melalui pendekatan Qur’ani yang reflektif dan eskatologis, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa fenomena Ya’juj dan Ma’juj bukan sekadar cerita akhir zaman, melainkan realitas peradaban yang sedang berlangsung. Sebuah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami dunia modern melalui kacamata wahyu dan tanda-tanda Akhir Zaman.